Cara Menstimulasi Perkembangan Otak Bayi

15 Apr

Pantau terus perkembangan bayi kita, tahu dan paham tahap tahap perkembangan bayi, tahu kapan harus khawatir, kapan harus menstimulasi anak secara intens. lagi butuh juga buat malaikat kecilku, berikut hasil searching di internet, dirangkum dari berbagai blog, tabloid online, dsb semoga bermanfaat ^^

perkembangan bayi sendiri dapat dibagi menjadi 4 kriteria besar yakni kemampuan motorik kasar (kemampuan mengatur tubuh), kemampuan motorik halus (kemampuan manipulatif dan penglihatan) , kemampuan bahasa dan pendengaran (mendeteksi, mengenali dan mendengar bunyi-bunyi di sekitarnya) serta kemampuan sosial.

Di bawah ini ada beberapa panduan bagi orangtua bila ingin mengecek perkembangan si kecil per tahapan usia dan cara menstimulasinya (dengan urut), Bila ada suatu keterlambatan/kejanggalan atau bahkan kecepatan, bisa dikonsultasikan pada dokter untuk mengetahui penatalaksanaannya lebih lanjut.

BAYI USIA 0-3 bulan

1. Pada usia 2-3 bulan mestinya bayi sudah mampu bergeser saat berbaring, menyentakkan kepala dan mengangkat kepala 45 derajat ketika ditengkurapkan
cara menstimulasi :
Sering-sering menengkurapkannya, supaya lehernya kuat, memiringkan badan si kecil ke kanan dan ke kiri.
2. Sudah bisa menangkap dan menaruh perhatian pada suara dan aktivitas yang ada di sekitarnya, Bayi belajar memfokuskan pandangannya, bayi akan belajar mengikuti suatu benda yang bergerak.
cara menstimulasi:
Berkomunikasilah sesering mungkin dengannya, sering memperdengarkan bunyi2an (musik, panci, gelas, dll), berikan berbagai mainan untuk dipegang, ajak bayi berjalan-jalan lihat pemandangan sekitar
3. Setelah usia satu bulan pendengaran bayi sudah bisa memberikan respons terhadap suara keras bahkan suara lembut sekalipun, Umumnya bayi akan memberikan respons positif terhadap suara manusia, Tepat usia 2 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa mengenal suara orangtuanya dan memberikan respons melalui perubahan ekspresi wajah atau gerakan tubuh.
dapat menciptakan bunyi-bunyian, seperti aooh dan aaah…
cara menstimulasi :
Sering-seringlah bayi diajak bicara, bernyanyi, bersenandung, ngobrol. Diperkenalkan dengan berbagai bunyi-bunyian yang ada di sekitar. Jangan bosan. Biarpun anak diam saja, ia menyerap semua stimulus tersebut dan mengolahnya dalam dirinya. Saat fungsi bahasa pada otaknya matang, dia akan mengekspresikannya.
4. senyum diberikan sebagai respons untuk lingkungan dan merupakan cara ia berkomunikasi untuk mengungkapkan suka citanya, Sebagian bayi sudah bisa tertawa.
cara menstimulasi :
Sentuhan penting sekali. Bayi membutuhkan kontak erat dengan kedua orangtuanya dalam rangka pengembangan rasa aman, kepercayaan terhadap lingkungan, dan untuk belajar mencintai. Karena itu sering-seringlah membelai, mengusap dan mencium si kecil, Ajaklah berinteraksi dengan membacakan buku cerita, mendongeng, bernyanyi, ngobrol dan lainnya.

BAYI USIA 4-6 BULAN
1. Mampu menopang dan menggerakkan kepala, Mampu duduk (sekitar usia 6 bulan)
cara menstimulasi :
ajak anak meraih objek menarik di depannya, di ajak main guling-gulingan, menggerak-gerakkan anggota tubuhnya, merayap, menggenggam, meremas.

2. Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai berceloteh dan mampu memproduksi suara pengulangan atau babbling, seperti ma-ma-ma atau da-da-da.
cara menstimulasi:
Aktif berinteraksi dengan anak dan Sering-sering mengajaknya berbicara.

3. Mampu berinteraksi dan berkomunikasi secara beragam, Ia mampu bersuara atau “bertingkah” ketika ingin menarik perhatian kita, tersenyum bahkan tergelak saat menyaksikan hal yang menyenangkan dan menggelikan baginya, merespon saat dipanggil namanya, berespon relevan terhadap nada marah atau ramah
cara menstimulasi:
Bermain cilukba, ngobrol, bernyanyi, atau apa saja yang dapat mengajaknya berinteraksi secara langsung, lakukan pijat bayi.
4. Mulai meraih suatu objek yang menarik perhatiannya, Mampu menggenggam suatu objek dan melepasnya, Mampu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain, Mampu menjumput benda yang agak kecil (sebesar kismis).Indra penglihatannya mampu melihat sesuatu di sekelilingnya, mengikuti pergerakan benda yang menjadi perhatiannya, dan mengikuti ibunya yang menghilang ke ruangan lain.
cara menstimulasi:
Caranya Anda bisa mendorong si kecil untuk menggapai dan mengambil benda berukuran besar, latihan menggunakan jari telunjuk untuk menunjuk sebuah obyek, menaruh mainan ke dalam wadah dan mengeluarkannya kembali, menggulingkan dan melempar mainan dan menyusun balok empuk.

BAYI USIA 7-10 BULAN

Motorik Kasar:
BERDIRI DENGAN PEGANGAN (6,5 bulan – 8 bulan 3 minggu)

Setelah bisa duduk sendiri, orang tua bisa menstimulasinya dengan menaruh anak di boks atau di lantai yang beralas. Kemudian letakkan kursi/meja kokoh sebagai pegangan. Sedangkan bila di boks kayu, biasanya anak akan mencoba berdiri sambil berpegangan pada tiang-tiang boks.

BANGKIT UNTUK BERDIRI (7,5 bulan – 10 bulan)

Dari posisi duduk dan tangan memegang pegangan, bayi berusaha mencoba bangkit untuk berdiri. Sebaiknya meja/kursi sebagai tempat pegangan harus kokoh, hingga anak tidak mudah jatuh.

Selagi “dilepas” di lantai, sebaiknya jangan menggunakan kaos kaki karena licin dan bisa membuatnya terpeleset lalu jatuh. Tentu saja pengawasan orang tua sangatdiperlukan.

BANGKIT LALU DUDUK (7 bulan 1 minggu – 10 bulan 1 minggu)

Semula bayi dalam posisi telungkup atau telentang. Kemudian ia akan bangkit, mencoba merangkak dan mengangkat lengannya agar bisa tegak. Ia juga mencoba mengangkat pantatnya, kemudian duduk. Orang tua bisa membantunya dengan menarik atau memegang kedua tangannya. Agar bayi terangsang melakukan kegiatan ini, sering-seringlah menaruhnya di tempat tidur atau kasur di lantai.

BERDIRI 2 DETIK (9 bulan 1 minggu – 12 bulan)

Bayi betul-betul sudah bisa lepas dari pegangan, bahkan orang tua bisa menghitung dia berdiri dalam 2 detik. Setelah itu biasanya jatuh lagi karena keseimbangannya belum begitu baik. Namun jatuhnya tidak tergeletak dengan kepala terantuk ke lantai, melainkan dengan posisi terduduk. Karena itu, agar jatuhnya enak, sebaiknya lantai diberi alas.

BERDIRI SENDIRI (10 bulan 1 minggu – 13 bulan 3 minggu)

Anak sudah tidak berpegangan lagi ketika berdiri. Kini ia sudah memiliki kestabilan, hingga tidak terjatuh.

About these ads

One Response to “Cara Menstimulasi Perkembangan Otak Bayi”

  1. ayu sugiantari June 21, 2011 at 4:55 am #

    anak saya baru berumur 9 bulan belum bisa berdiri sendiri jadi khawatir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: